Peralatan dan Aplikasi

Hai Sobat Mojo!

Pada bagian ini, Tim BelajarMojo akan menjelaskan peralatan dan aplikasi pengolah video yang berdasarkan pengalaman kami saat melakukan proyek peliputan. Saksikan video berikut sebagai pengantar untuk masuk ke materi peralatan dan aplikasi.

Pembahasan akan dibagi menjadi dua bagian, yakni Peralatan dan Aplikasi.

PERALATAN

Peralatan merupakan hal dasar yang harus dimiliki oleh seorang jurnalis, khususnya jurnalis Mojo. Tanpa peralatan, hasil liputan pun tidak akan berkualitas dan bahkan mungkin tidak akan terlaksana. Pada bagian Peralatan, Tim Belajarmojo membagi peralatan dalam beberapa bagian yakni, kamera, audio, stability, dan tambahan.

Perlu diingat bahwa bagian-bagian ini merupakan bagian-bagian yang harus dimiliki saat melakukan liputan Mojo. Untuk jenisnya, dapat disesuaikan dengan peralatan yang dimiliki, namun kami membagikan sesuai peralatan yang kami gunakan dalam peliputan.

1. KAMERA

iPhone 7 Plus

Tim BelajarMojo menggunakan kamera dari iPhone 7 Plus dalam melakukan liputan. Hal ini dikarenakan iOS dari iPhone yang compactible dengan platform media sosial distribusi konten, sehingga gambar yang diambil menggunakan kamera dari platform media sosial pun akan tetap jernih. Rasio panjang gambar iPhone sendiri standar pada 9:16 sehingga pas digunakan untuk platform distribusi menggunakan media sosial.

Selain itu, kamera iPhone sendiri sudah terbukti bagus dalam pengambilan gambar. Hal ini dikarenakan kamera iPhone yang bekerja sama dengan lensa dari Leica, perusahaan lensa yang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya. Versi kedelapan sendiri dipilih karena berada ditengah-tengah antara iPhone paling baru, yakni iPhone X, dan iPhone-iPhone versi lama, yakni iPhone 8 dan bahkan iPhone 6.

2. AUDIO

Rode VideoMic Me

Rode VideoMic Me merupakan mic dengan sistem plug and play. Mic ini dipilih karena mudah digunakan dan tidak ribet karena tanpa kabel dan tanpa baterai. Mic ini mengambil daya dari handphone melalui jack 3.5mm, atau lightning bagi perangkat Apple. Selain itu, pemilihan Rode VideoMic Me ini juga dikarenakan kualitas audionya yang sudah tidak lagi diragukan. Sangat sering digunakan oleh orang-orang untuk perlengkapan perekaman audio.

Boya Lavalier Clip On

Memiliki kabel sepanjang 6 meter, clip on ini memungkinkan untuk dicolokkan langsung ke handphone tanpa kabel ekstension lain. Sistemnya yang mudah  dan simple yakni plug and play, juga membuat clip on ini tidak perlu pakai aplikasi perantara. Clip On  ini bisa digunakan utk wawancara, ataupun digunakan apabila peliputan Mojo menggunakan host sebagai pemandu.

Headset & Earphone

Dalam proyek ini, kami menggunakan beragam headset dan earphone. Salah satu jenis yang digunakan adalah earphone bawaan asli bawaan iPhone, EarPod. Selain karena sudah tersedia dan tidak butuh untuk membeli earphone lain, EarPod tentunya sudah dijamin compatible dengan perangkat iPhone yang digunakan.

3. STABILITY

DJI Osmo Mobile

Merupakan alat stabilizer untuk meminimalisir terjadi goyang saat pengambilan gambar. Alat stabilizer ini menggunakan baterai yang dapat di-charge. Jadi, pastikan kamu telah mengisi penuh baterainya sebelum melakukan liputan. Stabilizer jenis ini hanya menyediakan alat saja, tanpa kamera. Sehingga perlu kamu perlu menyediakan kamera sendiri.

Ulanzi F Mount

Merupakan phone holder untuk perangkat handphone. Holder ini berfungsi untuk membantu menjaga agar handphone tidak mudah jatuh. Kelebihan dari holder  ini adalah holder ini menyediakan satu cold shoe yang digunakan untuk meng-attach berbagai macam aksesoris kamera seperti lighting, mic shotgun, dan lain sebagainya.

Mini Tripod (Yunteng)

Digunakan bersamaan dengan Ulanzi. Mini tripod yang kami gunakan ini memiliki ballhead yang membuat pengambilan gambar dapat dilakukan dari berbagai angle yang berbeda.

4. LIGHTING

Aputure Amaran AL-M9

Merupakan lampu LED dengan sembilan panel. Lampu ini memiliki emperatur 5500-200k. Dimensinya yang cukup kecil ini (berukuran 57mm x 56mm x 11mm) membuat lampu ini mudah untuk dibawa dan praktis untuk digunakan pada perangkat mobile. Lampu ini menggunakan baterai internal berukuran 1800 mAh, sehingga tidak perlu membawa baterai cadangan, karena cukup dicharge dengan kabel USB type B yang dapat langsung dihubungkan ke device itu sendiri dan dapat sembari digunakan.

5. TAMBAHAN

Modem

Karena platform yang digunakan merupakan platform digital yakni media sosial, tentunya membutuhkan jaringan internet yang kuat setiap kali akan didistribusikan. Hal ini dapat didukung dengan adanya modem. Pastikan menggunakan modem dengan kartu internet bersinyal kuat di daerah tempat kamu melakukan liputan.

Powerbank

Perangkat ini akan sangat membantu saat perangkat yang kita pakai kehabisan energi, terutama gawai seperti iPhone dan iPad. Namun, pengisian daya secara penuh tetap direkomendasikan agar bisa menjaga mutu baterai lebih lama. Gunakan pouch agar dapat menggantung powerbank saat mengisi daya ponsel yang ditaruh pada tripod.

APLIKASI

Setelah proses produksi, hasil liputan mentah tentu perlu diolah pada proses pascaproduksi. Memaksimalkan fungsi handphone dalam mobile journalism, Tim
Belajarmojo pun menggunakan aplikasi yang berada di handphone, dan tidak menggunakan aplikasi dari personal computer (PC). Namun, karena menggunakan aplikasi dari handphone, terdapat beberapa fungsi yang dapat dilakukan di PC namun tidak dapat dilakukan di handphone. Maka dari itu, Tim Belajarmojo mencoba memaksimalkan fungsi aplikasi yang ada di handphone dan membagikannya untuk Sobat Mojo.

1. INSHOT

Aplikasi ini dapat mengolah gambar baik dalam bentuk foto maupun video. Aplikasi ini mudah digunakan dan fitur yang ada pun tergolong lengkap. Aplikasi ini dapat menyesuaikan ukuran kanvas, men-trim video, mengatur speed video, menyediakan berbagai pilihan transisi video, menambahkan tulisan pada video dan mengatur munculnya, serta mampu menjadikan foto untuk ditampilkan dalam format video (foto ditampilkan dalam durasi tertentu dan digabungkan sehingga menjadi video yang merupakan kumpulan foto-foto).

Aplikasi ini hanya menyediakan satu layer untuk setiap fungsi (video, teks, dan audio). Sehingga pengguna hanya dapat memaksimalkan pengeditan video pada satu layer dengan teknik cut-to-cut. Bagi pegiat Mojo pemula, aplikasi ini cocok untuk digunakan karena mudah digunakan dan dipelajari serta dapat diunduh pada semua jenis mobile phone.

2. iMovie

Aplikasi ini merupakan aplikasi pengolahan video bawaan dari semua produk Apple. Aplikasi ini memiliki tampilan yang user-friendly sehingga akan dapat dengan mudah dikuasai oleh para pengguna. Aplikasi ini juga memiliki beberapa fitur yang terbilang cukup lengkap untuk menunjang kebutuhan penyuntingan video seperti pilihan transisi, pilihan backsound, template teks dan sebagainya.

Akan tetapi dibalik beberapa kelebihan tersebut aplikasi ini juga memiliki kekurangan, salah satunya adalah tidak terdapat pengaturan sequence sehingga video yang dihasilkan hanya mengikuti video aslinya. Pengguna tidak dapat mengatur sequence sesuai kebutuhan, hal ini menjadi masalah ketika kita ingin memasukan dua video yang memiliki format berbeda (misalkan terdapat video 1:1 dan 9:16).

3. ADOBE PREMIERE RUSH

Adobe Premiere Rush merupakan aplikasi besutan Adobe. User-interface pada aplikasi ini mirip dengan Adobe Premiere Pro, bedanya aplikasi ini kompatibel pada mobile phone. Size aplikasi ini tergolong besar yakni sekitar 277 MB. Namun sayangnya, aplikasi ini baru tersedia di smartphone iOs dan beberapa smartphone flagship Android seperti Samsung Galaxy S9, Galaxy S10, Google Pixel 2 dan 3 dan OnePlus 6T.

Namun terdapat kendala teknis pada aplikasi ini seperti, ketidakmampuan untuk menyisipkan jarak kosong antar footage pada satu baris timeline. Bagi pelaku Mojo pemula, tentunya akan bingung menggunakan aplikasi Adobe Premiere Rush ini karena tampilannya yang cukup rumit. Namun bagi yang sudah tidak asing dengan Adobe Premiere Pro, tentunya akan sangat terbantu dengan adanya aplikasi ini pada versi smartphone.

Aplikasi ini sangat disarankan untuk digunakan pada tahap pasca-produksi karena cukup lengkap untuk sebuah aplikasi editing video pada mobile phone. Jika ada dua footage yang menempel, kedua footage tersebut tidak bisa dipisahkan, melainkan penyunting harus menghapus satu footage untuk

4. VSCO

Merupakan aplikasi pengolahan foto dengan berbagai pilihan paket warna. Pengguna akan disediakan banyak pilihan untuk diaplikasikan pada foto yang disunting. Selain itu, setelah memilih template warna foto, Sobat Mojo juga dapat mengatur sendiri bagian yang dirasa masih kurang cocok pada foto.

Pengaturan yang disediakan ada pada brightness, contrast, temperature, saturation, sharpen dan sebagainya. Untuk mendapatkan seluruh paket warna yang dapat diaplikasikan pada foto, layanan membership VSCO X tersedia dengan biaya bulanan dan tahunan. Membership ini juga menyediakan fitur penyuntingan warna pada video. Aplikasi VSCO ini merupakan aplikasi yang lebih difokuskan untuk menyunting warna pada foto dan video (coloring), sehingga aplikasi ini akan lebih maksimal apabila dikombinasikan dengan aplikasi lain seperti aplikasi pengolah grafis dan sebagainya.

5. STORY ART PRO

Story Art Pro merupakan aplikasi pengolah gambar dan video. Mirip dengan VSCO, namun aplikasi ini tidak hanya mampu mengolah foto, aplikasi ini pun mampu mengolah video. Aplikasi ini menyediakan sangat banyak pilihan template yang tentunya dapat digunakan untuk foto dan video. Hal ini menjadi keunggulan dari Story Art Pro yang dapat menyediakan dua opsi output.

Aplikasi ini juga sangat cocok untuk digunakan unggahan-unggahan pada Instagram, karena template nya yang sangat beragam dan mampu disesuaikan dengan mood yang ingin diciptakan pengguna. Hanya saja, karena aplikasi ini merupakan aplikasi pengolah grafis, sehingga tentunya membutuhkan aplikasi pelengkap untuk menyunting fotomu seperti VSCO.

 

6. MOJO

Aplikasi ini merupakan aplikasi pengolahan instan untuk pembuatan Instagram Story. Pengolahan yang dilakukan dapat dalam bentuk video maupun gambar. Dengan template yang beragam dan diperbarui setiap bulannya, aplikasi Mojo mampu mengolah video dan foto menjadi menarik untuk dipandang diperkaya dengan efek-efek transisi. Selain posisi video, ada pula berbagai motion graphic tulisan yang dapat digunakan. Mengikuti hal tersebut, itulah yang menjadi keuntungan penggunaan aplikasi Mojo.

Namun, ada pula kekurangan yang dimiliki, yaitu aplikasi ini hanya dapat diunduh untuk pengguna iOS saja. Sama seperti Story Art Pro, aplikasi ini tidak menyediakan penyuntingan foto maupun video (mengubah warna, atau memotong foto) maka diperlukan aplikasi penyuntingan foto lainnya.

Selamat mengeksplorasi dan mencoba peralatan serta aplikasi ini, Sobat Mojo!