Audiens dan Interaktivitas

Media Sosial Rekomendasi BelajarMojo

Salah satu hal yang perlu menjadi fokus dalam menjalankan praktik mobile journalism (mojo) adalah keterhubungan dengan audiens dan juga interaktivitas yang terjalin saat informasi diterima oleh khalayak umum. Maka dari itu, perlu direncanakan pula di mana platform yang tepat untuk membagikan cerita kamu kepada audiens. Dalam hal ini, platform media sosial menjadi tempat yang tepat.

Tim Belajarmojo telah memilih beberapa platform media sosial yang dianggap tepat dan baik untuk menjalin keterhubungan dan interaktivitas. Instagram, YouTube, dan Facebook; ketiga media sosial ini menjadi pilihan utama. Pilihan kami tentu berorientasi pada target audiens yang adalah pemuda dan remaja dengan rentang umur 13-27 tahun; di mana jangkauan dan isi konten yang kami rancang dapat dicerna dengan baik. Seperti yang kita ketahui bersama, di era yang serba canggih seperti sekarang; usia remaja dan pemuda tidak lagi mengakses situs berita secara komprehensif, maka dari itu keterhubungan harus dibangun lewat medium yang lebih sering mereka gunakan untuk bertukar pesan. Jake Horowitz, redaktur PolicyMic.com, menyatakan bahwa generasi milenial tidak lagi membuka situs atau bahkan media konvensional (cetak, siar), melainkan media sosial seperti Instagram, YouTube, Facebook, dan masih banyak lagi.

Instagram

Instagram menjadi media sosial jagoan tim Belajarmojo. Hal ini dikarenakan fasilitas dan fitur yang dianggap telah memenuhi kebutuhan; baik dalam segi keterhubungan audiens, dan variasi interaktivitas yang dapat dibuat di dalamnya. Sejatinya, Instagram yang terus berkembang terbagi ke dalam empat fitur besar yaitu post, story, live, IGTV.

Post, fitur yang menjadi fundamental dari semua fitur yang ada. Post memungkinkan kita untuk mengunggah foto dan video; hanya dengan mengetuk tanda “+”, kita dapat menambah koleksi album dan membagikannya kepada pengikut di saat yang bersamaan. Kelebihan dari fitur ini adalah para pengguna dapat mengunggah sepuluh (10) foto atau video (dengan maksimal durasi satu menit) dalam satu unggahan yang sama. Namun kekurangannya ada pada jangkauan kepada audiens. Setelah diunggah, Post akan didistribusi pada laman utama atau yang biasa disebut home, namun sampai saat ini home masih memiliki algoritma yang tidak sesuai dengan runtunan waktu. Ketika akun pengguna dianggap tidak berhubungan dan tidak memiliki relevansi terhadap algoritma pencarian penggunanya, Post tidak akan muncul walaupun sudah direncanakan supaya diunggah saat waktu optimal (prime time).

Story, fitur ini merupakan fasilitas yang paling banyak digunakan. Mengapa? Tentu karena fitur ini memberikan kesan paling instan dan cepat bagi pengguna untuk membagikan apa yang terjadi pada dirinya di kehidupan sehari-hari, walau hanya akan bertahan selama 24 jam dan terbatas dengan durasi maksimal 15 detik. Hanya dengan menggeser layer ke arah kanan atau menekan tombol kamera pada ujung kiri layar, pengguna dapat langsung menangkap atau merekam gambar dengan kameranya. Tampilan story diletakkan paling atas pada tampilan ketika aplikasi ini terbuka; menarik perhatian dan mencolok dengan lingkaran gradasi ungu-pink-jingga pada foto profil pengguna yang “diikuti”. Lingkaran dengan ragam warna itu menandakan bahwa pengguna yang Anda ikuti juga sedang memiliki cerita baru.

Pada fitur paling diminati ini, kamera ponsel Anda juga dilengkapi dengan berbagai macam efek tambahan. Mulai dari Boomerang yang menyajikan video berulang awal sampai akhir dan akhir sampai awal, semacam gif namun awal dan akhir videonya terhubung. Superzoom juga menjadi primadona, banyak tambahan animasi yang dianggap lucu dan menggemaskan. Focus, efek yang dapat membuat objek di dalam foto/video lebih tajam pada titik tertentu karena terdapat dinding pemburam buatan di sekitarnya. Rewind, efek yang digunakan untuk memutarbalikkan runtunan pada video. Hands-free digunakan untuk merekam video tanpa harus terus menekan tombol rekam. Semua efek di atas telah dilengkapi dengan animasi yang beragam; tersedia 60+ animasi yang dapat membuat Story Anda lebih berwarna.

Fitur berikutnya merupakan fitur yang membuat Instagram menjadi media sosial yang ramai dipakai; Live dan IGTV. Live merupakan fitur yang digunakan untuk merekam video dan menyebarkannya kepada para pengikut di waktu yang bersamaan, dapat dibilang “siaran langsung”. Fitur Live memungkinkan pengguna Instagram langsung dengan durasi yang panjang, dan video yang dihasilkan setelah siaran ini juga dapat disimpan atau bahkan diunggah. Diunggah ke mana? Tentunya ke Story yang dapat bertahan selama 24 jam, memungkinkan audiens untuk dapat kembali memutar ulang siaran langsung tanpa harus takut ketinggalan. Ada pula IGTV (Instagram TV), fitur terbaru Instagram yang membantu penggunanya untuk dapat berekspresi dalam durasi waktu yang lebih panjang. Maksimal durasi video yang dapat diunggah ke IGTV adalah satu jam, panjang bukan?

Semua fitur yang ditawarkan Instagram dapat membantu Anda dalam meningkatkan interaktivitas dan keterhubungan dengan audiens. Dengan efek yang sangat beragam, ditambah lagi dengan animasi yang lebih banyak lagi; Instagram dapat menjadi aplikasi paling top untuk mendukung pekerjaan kita.

Facebook

Facebook adalah aplikasi rekomendasi kedua dari tim BelajarMojo. Tidak berbeda jauh dengan fitur yang ada pada Instagram, Facebook memiliki tiga fitur besar; yang pertama adalah Post, kedua adalah Story, dan yang terakhir adalah Live. Semua efek dan animasi yang tersedia tidak begitu berbeda dari Instagram, tetapi beberapa diantaranya tidak ditemukan di Facebook. Yang menjadi kelebihan Facebook adalah Post dapat memuat banyak sekali foto dan video, bahkan dapat diunggah ke dalam album foto yang disertai dengan tulisan dengan kriteria maksimal 60.000+ kata.

Dalam penilaian masyarakat secara umum, Facebook lebih diminati karena terkesan lebih bebas dan tidak penuh dengan aturan serta kriteria. Kita juga dapat membuat Facebook Page yang pemakaiannya berbeda dengan pengguna pada umumnya; Page pada umumnya digunakan oleh pihak atau kelompok tertentu yang biasanya tergabung dalam komunitas dan organisasi. Anda dapat menggunakan Page untuk mendapatkan atensi audiens karena bersifat lebih menjangkau dibandingkan akun perseorangan. Selain itu, cara kerja Page juga lebih sederhana dibandingkan akun individu yang lebih kompleks.

YouTube

Media sosial paling unik diantara seluruh rekomendasi yang kami berikan.  YouTube dinilai secara berbeda karena produknya yang dikhususkan hanya untuk video. Banyak yang menganggap YouTube adalah revolusi dari televisi; YouTube menjadi medium raksasa, tempat para penggunanya menyebarkan video dengan durasi panjang dan pendek. Pun dalam hal ini, YouTube dapat menjadi media sosial yang tepat untuk menyebarkan konten dan menjalin interaktivitas dengan audiens. YouTube memungkinkan penggunanya untuk mengunggah video dan melakukan siaran langsung (Live); ditambah dengan kolom untuk memberikan Like (suka) atau Dislike (tidak suka), serta komentar. Pada tautan komentar itu pun terdapat fasilitas untuk Like (suka) atau Dislike (tidak suka) pada komentar yang diberikan.

Kekuatan ikatan dan interaktivitas menjadi semakin kompleks ketika para audiens terlibat dalam keterhubungan. Percakapan atau tukar komentar terjadi secara dua arah; bukan hanya dari pengguna ke audiens, namun juga dari satu audiens ke audiens lainnya. Secara tidak langsung, audiens menjadi penggerak dan penyebar konten lewat setiap komentar yang ia berikan. Tanpa sadar, audiens telah membantu pengguna untuk meningkatkan interaktivitas yang ada.

Ketiga media sosial di atas memiliki kelebihan dan kekurangan yang dapat dikaji lagi dengan mengulik dan membawanya langsung ke praktik mojo. Instagram dapat menjadi media sosial yang sangat membantu karena dapat melakukan semua pengambilan dan penyuntingan di saat yang bersamaan; Facebook menjadi media sosial yang menjangkau secara luas karena adanya sarana Page; dan YouTube dapat menjadi media sosial yang paling unik, terlebih lagi ketika konten atau produk jurnalisme ponsel yang dibuat adalah video.